Permen

image

Aku suka permen. Tapi aku tidak mau menjadi permen.

Aku suka permen berbungkus kecil yang dijual di warung. Di mana kamu bisa menukarnya dengan uang seratus perak untuk satu bungkusnya. Tapi, aku tidak mau menjadi seperti itu. Di mana kamu bisa menukarnya dengan hal murah, melucuti bungkusnya dan melahapnya bulat-bulat tanpa adu argumentasi.

Aku suka permen lolipop. Di mana permen itu memiliki banyak warna dan sangat manis. Kebanyakan ibu-ibu melarang anaknya memakan lolipop—alasan klise; mereka takut anaknya batuk. Tapi aku tidak mau menjadi lolipop. Di mana kamu bisa mengulumnya seenak lidahmu, sampai-sampai lolipop itu tak bersisa warna lagi.

Aku suka permen yang memiliki stik sebagai pegangan saat kamu mengulumnya. Kemarin aku menikmati yang rasa stroberi. Tapi aku tidak mau menjadi itu. Di mana kamu bisa melahapku habis sampai-sampai hanya menyisakan stik yang tak bernilai lagi.

Aku suka permen coklat. Rasanya manis, lezat dan bisa menaikkan kadar kebahagiaan. Tapi aku tidak mau menjadi itu. Di mana jika kamu melahapku sampai habis, sampai-sampai kamu terlena. Hingga dokter gigi berkata kalau gigimu berlubang karenaku.

Aku suka permen mint. Suatu sensasi yang tak dapat kau rasakan di permen lain akan terasa kala papila lidahmu mengecapnya. Tapi aku tidak mau menjadi seperti itu. Di mana kamu melahapku terlalu banyak, sampai-sampai lidahmu kelu merasakan sensasi itu.

Aku suka permen karet. Berbagai rasa dimiliki oleh permen ini, di mana kamu bisa meniupnya sebesar mungkin. Tapi aku tidak mau menjadi seperti itu. Di mana setelah kamu mengunyahku, dan meniupku sampai sebesar mungkin. Hingga pada akhirnya kamu membuangku karena aku berubah menjadi sepah.

Aku suka permen. Rasanya manis. Tapi aku tidak mau menjadi permen. Karena setelah manisku habis, kamu akan mengulum permen lain untuk menggantikan manisku.

©dhaneestoryi.

A/N:

Cr picture: tumblr.

Iklan

2 pemikiran pada “Permen

  1. DHANI SENPAI KENAPA DIKAU BEGITU KEREN SIH

    ((entah berapa kali aku udah bilang ‘keren’ hari ini))

    KAMU KEREN. IYA. TITIK. GATAU MO NGOMONG PHA LAGI. POKOK E U KEREN NGEDH.

    Kamu iku tak titeni mesti bawain cerita yang ngga biasa. Yang khas seorang Dhani banget, kalo kamu ngerti maksudku. Kayak apa yah aku tuh sering ngiri sama orang yang bisa dapet inspirasi dari mana pun dan kapan pun sementara q bilamana maw bikin cerita jha mungkin mesti semedi dulu di pinggir Kali Sadar :((

    Dari sekian banyak permen yang kamu sebut, aku paling suka bagian ‘permen bungkusan’, ‘lolipop’, sama ‘permen karet’ :”’3

    Setuju seribu kali soal permen bungkusan yang bisa dibeli dengan harga murah habis gitu dilucuti gitu aja. Ho oh. Kamu, aku, kita, kaum perempuan ya pasti gamaulah dianggep murah. Kita mah mahal mamen lol.

    Terus yang lolipop,

    “Di mana kamu bisa mengulumnya seenak lidahmu, sampai-sampai lolipop itu tak bersisa warna lagi.” —>> YASSSS BENER BENER SETUJU DUA RIBU KALI BUAT YANG SATU INI.

    “Aku suka permen karet. Berbagai rasa dimiliki oleh permen ini, di mana kamu bisa meniupnya sebesar mungkin. Tapi aku tidak mau menjadi seperti itu. Di mana setelah kamu mengunyahku, dan meniupku sampai sebesar mungkin. Hingga pada akhirnya kamu membuangku karena aku berubah menjadi sepah.” —>> SEPULUH RIBU KALI SETUJU JUGA NGGAK MEMPAN KALI SENPAI SOALNYA INI NGENA BANGET HAYATI HARUS APAA. Kayak kata pepatah kan, habis manis sepah dibuang. Cowo kaya gitu mah laut aja lol :3

    Tapi sebener e aku suka semuaa kok. Dari permen bungkusan sampe permen karet woah keren banget cara kamu mendefinisikan mereka satu-satu. Fic yang berbobot dan bermakna banget ini mah. Teach mee Dhani senpaaaii ;;__;;

    Nice, Dhaaann! Keep nulis-nulis kereeenn! ❤

  2. Ping-balik: Permen | Annisafishy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s